Tidak Rugi Orang yang Mementingkan Agama


Halo Sahabat KBM Al Manshurin!
Alhamdulillah, syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan kesehatan untuk kita semua sehingga kita bisa bertemu di web KBM Al-Manshurin Pingit. Tidak lupa Sholawat tetap tercurahkan kepada junjungan nabi besar Nabi Muhmammad Solallahu Alaihi Wassalam.
Tema kali ini adalah “Tidak Rugi Orang yang Mementingkan Agama”. Kok bisa?? Ya bisa donk. Banyak orang berspekulasi (beranggapan) orang yang selalu taat beragama dan selalu mementingkan Keagamaannya maka ia akan hidup miskin, tidak berkecukupan, mereka bisanya hanya berdo’a tapi apakah kalian sadar tentang sebuah Firman Allah.
Dalam Firman Allah di Al Qur’an Surat Adz Dzariat ayat 56

“Wama khalaqtul jinna wal-insa illa li-ya’buduni.”
Artinya: Dan tidaklah Aku (Allah SWT) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdikan diri (yakni, beribadah) kepadaKu.
Jadi jelas bahwa sebenarnya tujuan manusia itu diciptakan oleh Allah SWT adalah untuk beribadah kepada Allah. Adapun selain itu (urusan keduniaan) adalah hanya sebagai penunjang untuk beribadah kepada Allah.
Dalam penjelasan lain juga disebutkan “Apabila kita mementingkan kepentingan Agama maka kepentingan dunia kita akan ikut”. Kalau diperumpamakan “Beli sapi pasti akan dapat talinya, tapi Beli tali terus minta, sapinya siapa?? Mungkin oleh penjual malah akan dimarahi” Itulah perumpamaan apabila mementingkan ibadah maka keduniaan akan didapatkan dengan mudah seperti pekerjaan, harta,dll.
Oleh karena itu, sebagai manusia yang beragama maka kita selalu berprinsip “LEBIH MEMENTINGKAN KEPENTINGAN AGAMA DARIPADA YANG LAIN”. Tapi perlu diingat jangan semata-mata “Saya sudah mementingkan agama kok Allah nggak menolong saya tidak menjadikan cepat kaya? cepat dapat jodoh ?dsb”. Ingat semua itu tidak instan, perlu proses jadi berkhusnudhon billah-lah.
Mungkin hal tersebut perlu diketahui. semoga bermanfaat kawan :)
Saturday, July 27, 2013
Ditulis oleh Unknown

Ringan di Baca, Berat di Timbang

"2 kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan dicintai oleh Ar-Rohman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim." (HR. Muttafaq 'Alaih)

"Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-Nya walaupun sebanyak buih dilaut." (HR. Muttafaq 'Alaih)

"Siapa yang membaca di pagi dan sore hari Subhanallah Wa Bihamdmaihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali, maka tak ada seorangpun yang datang pada hari kiamat yang membawa sesuatu lebih utama dari apa yang dibawanya kecuali seseorang yang membaca seperti yang ia baca atau menambahnya." (HR. Muslim)

Maksudnya apabila seseorang membaca Subhanallah Wa Bihamdmaihi di pagi hari seratus kali dan di sore hari seratus kali, maka tidak ada orang - nanti pada hari kiamat- yang membawa sesuatu yang lebih utama dari apa yang dibawanya kecuali orang yang mengamalkannya lebih banyak dari dirinya. (Disarikan dari Syarah Riyadhus Sholihin, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin: I/1663)

"Siapa yang membaca Subhanallah al-'Adzim Wabihamdihi, maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga."
(HR. Al-Tirmizi; beliau berkata: hadits hasan)

* Dari Ummul Mukminin Juwairiyah binti al-Harits Rodhiyallahu 'Anha, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam keluar dari sisinya pada shalat Shubuh di masjid, sementara Juwairiyah sudah di tempat shalatnya. Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kembali saat waktu sudah Dhuha dan ia masih duduk di tempat sholatnya tersebut, maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Engkau masih di tempat ini sejak aku meninggalkanmu?" Ia menjawab, "ya." Lalu beliau bersabda, "Sungguh aku membaca empat kalimat tiga kali seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca seharian niscaya menyamainya; yakni Subhanallah Wabihamdih 'Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata 'Arsyih, Wamidada Kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhoan jiwa-Nya, seberat timbangan 'Arsy-Nya, dan sebanyak jumlah kalimat-kalimat-Nya)." (HR. Muslim) Yakni; dibaca tiga kali setiap pagi.

Dari Abu Dzarr Rodhiyallahu 'Anhu, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ditanya, "Perkataan apa yang paling utama?" Beliau menjawab, Apa yang Allah pilih untuk para Malaikat-Nya atau para hamba-Nya; Subhanallah Wabihamdih." (HR. Muslim)

Dari Abu Dzarr Radhiyallahu 'Anhu, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Maukah aku kabarkan perkataan yang paling cintai oleh Allah?" Aku (Abu Dzarr) berkata; Wahai Rosulullah, beritahu aku perkataan yang paling dicintai oleh Allah." Lalu beliau bersabda,"Sesungguhnya perkataan yang paling dicintai oleh Allah adalah Subhanallah Wabihamdihi." (HR. Muslim)
Friday, July 26, 2013
Ditulis oleh Andry Maulana

Menghayati al-Quran

Al-Qur'an merupakan sumber utama bagi kehidupan umat Islam, baik dari segi hukum, sosial, pendidikan, ekonomi, politik, dakwah, budaya, dan lain sebagainya dan yang paling utama adalah menunjukkan jalan lurus menuju ke surga dan me-wanti-wanti bahaya dan mengerikannya siksa neraka. Dan seperti inilah seharusnya umat Islam berinteraksi dengan Al-Qur'an. Karena Allah SWT ketika menurunkannya, berkeinginan agar Al-Qur’an dijadikan sebagai pedoman hidup manusia, guna mencapai kebahagiaan yang sebenarnya, baik di dunia maupun di akhirot.

1. Memperhatikan (menghayati) merupakan perintah Allah SWT, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al-Qur'an (47:24):

أفلا يتدبرون القرآن أم على قلوب أقفالها

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an, ataukah hati mereka terkunci?"

2. Memperhatikan penting guna memahami isi kandungan / makna al-Qur'an agar faham apa yang menjadi perintah-larangan Allah yang ada didalam al-Qur'an.

3. Bersungguh-sungguh dalam memperhatikan dan menghayati al-Qur'an merupakan sarana untuk menambah keimanan kepada Alllah SWT. Dalam al-Qur'an Allah berfirman (8 : 2):

إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا وعلى ربهم يتوكلون

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhan mereka-lah mereka bertawakal.”

4.  Bersungguh-sungguh dalam memperhatikan dan menghayati al-Qur'an juga merupakan sarana untuk menggerogoti dan menghilangkan karat-karat yang melekat pada hati manusia. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن القلوب تصدع كما يصدع الحديد،
قالوا وما جلاءها يا رسول الله؟ قال تلاوة القرآن وذكر الموت.

“Sesungguhnya hati manusia itu memiliki potensi untuk berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Sahabat bertanya, kalau demikian maka apakah pengikisnya wahai Rasulullah SAW?, beliau menjawab, tilawatul Qur’an wa dzikrul maut.” (HR. Tabrani)

Jadi bagaimana ketika kita membaca al-Qur'an itu kita bisa memahami, menghayati makna dan keterangan dari setiap ayat yang kita baca. Membiarkan hati kita bergetar membayangkan bahwa Maha Kuasa-nya Allah setiap segala sesuatu dan betapa indah dan ajaibnya al-Qur'an yang di turunkan-Nya, membayangkan cerita-cerita yang ada didalam al-Qur'an untuk kita ambil hikmahnya, menanamkan dengan dalam rasa takut kepada ancaman-ancaman dari Allah jika melanggar perintahnya, dan berusaha bagaimana agar bisa mendapatkan kenikmatan-Nya yang pol berupa surga bagi manusia yang selalu bertaqwa kepadanya.. Mengerti makna dan keterangan dalam al-Qur'an tentu saja tidak dari kamus, buku-buku, atau angan-angan sendiri, dibutuhkan ngaji atau belajar langsung dengan ustadz(ah) atau guru yang benar-benar mengerti tentang al-Qur'an.

Jadi mulai sekarang, kita berusaha bagaimana membaca al-Qur'an bukan hanya sekedar khatam saja, tapi juga bagaimana kita bisa mengerti apa yang dimaksudkan Allah untuk kita dari setiap ayat yang kita baca.

-Semoga Allah memberi Manfaat dan Barokah-
Tuesday, July 23, 2013
Ditulis oleh Andry Maulana

Awas, Puasa Anda Bisa Batal !

Bulan Ramadhan ini setidaknya ada dua amalan pokok sebagai penghapus dosa-dosa orang beriman yaitu puasa dan shalat malam. Pengampunan dosa adalah hal yang paling diharapkan setiap umat manusia. Sebab siapa saja yang kelak menghadap Allah masih membawa dosa maka ia harus mampir ke neraka.

إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى (74)
Sesungguhnya barang siapa datang pada Tuhannya dengan membawa dosa maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup.
[Surah Thoha (22) ayat 74]

Ramadhan adalah momen untuk instropeksi, melatih, dan menjaga nafsu syahwat. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun puasa sebagai perisai dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Rasulullah s.a.w. pernah mengingatkan bahwa banyak umat Islam yang puasa namun hasilnya hanya lapar dan haus. Artinya puasa yang kita kerjakan dengan susah payah itu bisa BATAL, puasanya maupun hapus pahalanya.

1690 – حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala puasanya kecuali lapar, dan banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala shalatnya kecuali lelah melek”.
[Hadist Sunan Termidhi No. 1690 Kitabu Shiam]

Setidaknya ada 4 perbuatan / tabiat yang dapat merusak pahala puasa:

Ucapan atau perbuatan dusta / bohong (قَوْلَ الزُّورِ)
Karena itu puasa merupakan sarana bagi umat Islam berlatih berbuat benar dan berkata jujur.
Perkataan dan perbuatan cabul (يَرْفُثْ)
Setiap Muslim yang sedang berpuasa hendaknya meninggalkan, ucapan maupun perbuatan kotor dan jorok; seperti melihat gambar-gambar porno atau nonton film-film cabul. Begitu juga semua perkataan dan bacaan yang bernada sensual dapat membatalkan pahala puasa.
Berbuat bodoh yaitu melanggar peraturan-peraturan agama, dengan serta merta akan membatalkan pahala puasa.
Marah-marah atau bertengkar.
Melatih kesabaran merupakan salah satu esensi dari ibadah puasa. Ketika seseorang memprovokasi yang membangkitkan kemarahan, cukup kita katakan, “Maaf kami sedang berpuasa”.
1903 – حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ المَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ»
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amalan dengan dusta, maka Allah tidak berkenan jika ia meninggalkan makanan dan minumannya”.
[Hadist Shohih Bukhari No. No. 1903 Kitabu Shiam]


1894 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ “
… sesungguhnya Rasulallah s.a.w. bersabda: “Puasa itu sebagai perisai maka jangan cabul, jangan berbuat bodoh, dan jika seseorang mengajak bertengakar atau mencela maka katakanlah ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’ dua kali”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1894 Kitabu Shiam]

src: http://pengajian-ldii.net/2013/07/10/awas-puasa-anda-bisa-batal/
Sunday, July 21, 2013
Ditulis oleh Andry Maulana

Meletakkan Al Qur’an Sebagai Pedoman Hidup

Hai, Sahabat KBM Al Manshurin Pingit dimanapun anda berada. Sudahkah  anda membaca Al Qur'an hari ini??? Atau sudah kah anda mengajarkan Al Qur'an kepada orang lain?




"Sampaikanlah dariku (Nabi) walaupun hanya satu ayat"            

Al Qur'an sering kita jumpa dalam kehidupan bahkan saat ini bisa saja berada disebelah anda. Mungkin ada perumpamaan tentang Al Qur'an seperti dibawah ini.
Andai Al Qur’an bisa berbicara, maka mungkin akan berkata:
“Waktu kau masih anak-anak, kau bagaikan teman sejatiku. Kau selalu membacaku dengan nada yang nyaring, Sekarang kau telah dewasa, nampaknya kau sudah tak berminat kepadaku, apakah aku bacaan usang? yang tinggal sejarah? Sekarang kau simpan aku di lemarimu dengan rapi, dan kau biarkan aku sendiri. Kumohon peganglah aku dan bacalah aku setiap hari, karena aku akan menjadi penerang dalam kuburmu nanti !“.
Al Quran merupakan sumber dari segala sumber yang ada di dunia. Bahkan didalamnya telah banyak ditulis tentang Akhirat, tempat dimana seluruh manusia dikumpulkan setelah mati. Tapi, apakah banyak orang Islam yang mau membacanya dan mau mengamalkan isinya? Juga, apakah mereka menghafalkan Al Qur’an huruf demi huruf kata demi kata kalimat demi kalimat? Apakah mereka lebih mementingkan membaca buku, majalah, bahkan novel-novel tebal dan lupa membaca Al Qur’an? Masya Allah, hidup hanya mencari hal-hal duniawi saja tidak akan berguna karena tujuan hidup yang sebenarnya adalah mencari surganya Allah dan takut akan nerakanya Allah. Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa kita.aamiin
Al-Qur’an menurut bahasa berasal dari qara’a, yang berarti menghimpun dan menyatukan.
Dalam firman Allah didalam Al Qur’an telah dijelaskan dalam Surat Al Qiyamah ayat 17-18:

Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
Karena Al Qur’an telah dikumpulkan Allah menjadi satu melalui Nabi Muhammad SAW yang diberi wahyu oleh Allah dengan mengutus Malaikat Jibril untuk menuntun Nabi Muhammad SAW dalam melantunkan dan membaca Al Qur’an. Maka kita sebagai umat Islam yang diwajibkan membaca dan mengerti Al Qur’an harus senantiasa mengamalkannya sebagai wujud cinta kita kepada Allah SWT.
Al Qur’an juga memiliki nama-nama lain yang dapat memperjelas, sebagai berikut:
1.      Al Huda (Petunjuk)
“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keragu-raguan padanya:petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [Al Baqarah ayat 2]. Al Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia untuk selamat di dunia dan di akhirat.
2.      Al Furqon (Pembeda)
Pembeda antara yang baik dan yang buruk. Sungguh nikmat jika Allah menganugerahkah kepada kita sehingga bisa membedakan antara yang baik dan buruk, halal dan haram dan sebagainya.
3.      Ar-Rahman (Rahmat)
Sudah jelas bahwa Al Qur’an diturunkan di dunia melalui perantara agama yaitu Nabi Muhammad SAW. Karena Al Qur’an merupakan “Rahmatan lil alamin” Rahmat bagi seluruh manusia. Maka bagi manusia yang beriman manusia akan terhindar dari kebimbangan dalam hidup jika mereka ikhlas membaca dan memaknai Al Qur’an.
4.      Asy-Syifa (Obat)
Tidak salah lagi, Al Qur’an juga sebagai obat dari penyakit. Terutama penyakit-penyakit hati seperti riya(sombong), dengki, marah, menggunjing orang dll. Seseorang yang ikhlas mentadaburi, mengaplikasikan, dan mengajarkan Al Qur’an diberi kesembuhan terhadap berbagai penyakit dan akan mendapatkan pencerahan dengan hati yang bersih, jernih, sehat, dan tebebas dari segala penyakit.

Jadi, Dalam hal ini marilah kita meninggikan (mengagungkan) Al Qur’an didalam posisi sebagai pedoman hidup dalam kehidupan kita. Mulai saat ini berubahlah dan menjadi pribadi yang selalu membaca dan mengamalkan Isi Al Qur’an dengan memaknai secara benar.
Friday, July 19, 2013
Ditulis oleh Unknown

Hak Cipta © KBM al-Manshurin | Desain : Muhammad Andri Maulana (MAM Pic. Prod.)